Orang Indonesia (deprecated)

May 22, 2007

Tutorial: Ganti Bootsplash Ubuntu

Filed under: Tutorial - Administrator @ 2:13 pm

Bahasan kali ini saya dapatkan dari milis id-ubuntu. Terima kasih buat imtheface atas ilmunya ;) .

Terkadang setelah kita install ubuntu, kita juga pengen install varian ubuntu lain nya, misalnya kubuntu, edubuntu, xubuntu, dll. Namun, setelah kita install varian-varian tsb. kemudian di reboot, kok bootsplash-nya berubah yah?? Padahal kita pengennya bootsplash tetep ubuntu atau bootsplash lain yang diinginkan. Di sini saya akan coba membantu teman-teman yang pengen ganti bootsplash yang sekarang ke bootsplash yang diinginkan.

Langkah pertama adalah kita harus tau dulu bootsplash apa yang sekarang digunakan. Misalkan setelah install kubuntu (setelah ubuntu), pengen dibalikin lagi ke bootsplash-nya ubuntu. Maka lakukan:

$ sudo update-alternatives –remove usplash-artwork.so /usr/lib/usplash/usplash-theme-kubuntu.so 

Kemudian, install bootsplash ubuntu:

$ sudo update-alternatives –install /usr/lib/usplash/usplash-artwork.so usplash-artwork.so /usr/lib/usplash/usplash-theme-ubuntu.so 10

Lalu lanjutkan dengan:

$ sudo update-initramfs -u 

Langkah selanjutnya silakan reboot dan lihat hasilnya emoticon

 

Catatan: angka 10 menunjukkan prioritasnya: ubuntu - 10; edubuntu - 50; kubuntu - 55. Untuk lebih jelasnya silahkan baca man update-alternatives. Kalo mau ganti usplash yang lain tinggal diganti bagian belakangnya yang usplash-theme-[usplash yg diinginkan].so

May 21, 2007

Tutorial: OpenOffice di Slackware

Filed under: Tutorial - Administrator @ 9:02 pm

Seperti yang teman-teman tahu kalau Slackware tidak memasukkan paket OpenOffice.org di dalam CD/DVD distribusinya. Dan mungkin beberapa teman yang baca sudah mengetahui bagaimana cara memanfaatkan file OpenOffice dari .rpm. Saya menulis ini dengan harapan jika suatu saat saya lupa atau teman-teman yang baru di dunia Slackware bisa terbantu dengan adanya tutorial ini. Untuk mempermudah sebenarnya kita bisa download OpenOffice ini dari LinuxPackages.net, hanya saja tidak semua teman-teman memiliki koneksi yang kuat untuk men-download file tersebut. Paket-paket OpenOffice yang digunakan saya dapatkan dari DVD bonus majalah InfoLinux.

Ok cukup dengan preface-nya (kebanyakan malah jadi ga jelas tar :p). Setelah kita mendapatkan semua paket dari OpenOffice yang berekstensi .rpm kita bisa mulai dengan merubahnya menjadi .tgz dengan bantuan rpm2tgz. Diasumsikan kita sudah berada di direktori yang berisi file rpm tadi:

$ rpm2tgz *.rpm 

Setelah selesai, file-file rpm dapat kita hapus untuk mengurangi space hard disk kita :p. Setelah itu tinggal kita jalankan (sebagai root):

# installpkg *.tgz 

Setelah semua file telah terinstall, langkah selanjutnya adalah membuat symlink di salah satu direktori $PATH kita. Misalkan ke dalam /usr/bin:

# cd /usr/bin
# ln -s /opt/openofficeorg/program/s[aplikasi]

Agar diketahui bahwa file instalasi dari OpenOffice tadi dimasukkan ke direktori /opt. Dan [aplikasi] di isi sesuai dengan aplikasi yang ada dari OpenOffice. Misalnya writer, impress, calc, dll.

Setelah langkah di atas selesai, sekarang saatnya agar KDE dapat membaca file-file office yang berkaitan. Catatan: sebelum ini, file-file seperti .doc, .odt, .ppt, dll belum bisa di baca otomatis sebagai file-file yang bisa dibuka oleh OpenOffice. Agar file-file tersebut bisa dibaca otomatis sebagai file-nya OpenOffice, maka kita harus men-set beberapa KDE Components.

Berikut screenshot-nya (ga ngerti nanya!! ;) ):

Find Filename Pattern
Kedua: Cari ekstensi .doc/.ppt/.odt/lain-lain di field Find filename pattern 

Add Application
Terakhir: Add di Application Preferrence Order dengan swriter (sesuaikan dengan aplikasi)

Nah, sekarang file-file office kita sudah bisa langsung dibaca sebagai file OpenOffice. Sekian tutorial dari saya, terima kasih atas perhatiannya.;)

 

Keterangan: Tanda # — sebagai root, dan $ — sebagai user biasa. Tutorial ini menggunakan OpenOffice.org-2.1

April 17, 2007

Berjuang dengan Bahasa Indonesia

Filed under: Tutorial, Berita, Komunitas, Hobbies - Administrator @ 2:43 pm

Mulai post ini saya tidak lagi menggunakan bahasa Inggris untuk berkomunikasi dengan anda. Saya rasa dengan berdomisili-nya saya di Indonesia tercinta ini, akan lebih baik jika siapapun yang membaca blog saya dapat mengerti, khususnya Orang Indonesia, dan bagi non-Indonesia sebaiknya anda mengerti bahasa kami jika seandainya ada hal2 berguna yang hanya anda dapatkan dari blog saya ini.

Sudah lama Indonesia terlalu terpuruk dengan kita yang harus selalu mengikuti apa yang barat lakukan. Bukan berarti kami tidak mempelajari bahasa lain, tapi akan lebih baik jika warga non-Indonesia menghormati bahasa kami dengan mengerti bahasa Indonesia.

Sekian dulu pengumuman ini. Semoga bermanfaat bagi siapapun yang membaca. 

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Janis Joseph